oleh

Syahrir : Mobilitas Masyarakat Masih Tinggi, Penerepan PSBB di Kabupaten Bekasi Sulit Berhasil

BEKASI | RealitaPublik.Com |  Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat  H. Syahrir, SE,  M,Ipol mengatakan, selama tingkat mobilitas masyarakat Bekasi tetap pergi bekerja pulang pergi ke Jakarta. Tentunya sangat sulit untuk dapat menurunkan Pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten/kota Bekasi.

Wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) adalah pertama kali diberlakukan penerapan PSBB Pembatasan Sosial Berskala Besar,  namun hingga kini sudah penerapan ke II dan bahkan penerpan PSBB tingkat Jabar,  angka ternd penurunan pandemi covid-19 Bodebek, khususnya di Kabupaten Bekasi  belum menunjukan ternd penurunan yang signifikan.

Menurut Syahrir yang juga Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD Jabar, sulitnya meraih ternd penurunan signifikan, karena sampai kini masih cukup banyak warga yang tetap bekerja di Jakarta. Padahal kita semua tahu bahwa wilayah Jakarta merupakan klaster/ zona merah.

Baca Juga  Tidak Disertai Pergub, Banyak Perda Jabar Yang Tidak  Implementatif

“Ya, memang realitanya, sampai kini masih banyak warga Bekasi yang tetap bekerja di Jakarta, Mereka (Warga-red), setiap hari pulang-pergi Jakarta-Bekasi. Jadi selama mobilitas warga masih tinggi, sulit meraih penurunan signifikan pendemi covid-19 di Kota dan kabupaten Bekasi”, kata anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar ini kepada Wartawan di Bekasi. Kamis ( 7/5-2020).

Dikatakan, dalam mengatasi percepatan penanganan covid-19, bukan hanya tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk juga kalangan legislatif. Untuk itu, kami dari Satgas lawan Covid-19 DPRD Jabar terus bergerak  membatu penanganan covid-19 di Jabar.

Baca Juga  UU No 23/2014 Mengamputasi Kewenangan DPRD

Adapun terkait kenapa di Kabupten Bekasi trend kasus penurunan pandemi covid-19 belum signifikan, karena sampai saat ini tingkat mobilisasi masyarakat masih tinggi.  Masih banyak warga Kab/kota Bekasi yang tetap bekerja di DKI Jakarta pulang-pergi. Padahal sebagaimana kita ketahui bersama, Jakarta merupakan klaster/ zona merah.

“ Mobilitas masyarakat bekasi sampai kini masih tinggi atau tetap bekerja, bahkan masih cukup banyak warga Bekasi pulang-pergi ke Jakarta. Hal ini menjadi penyebab utama trend penurunan pandemi sulit turun secara signifikan”, ujar anggota Komisi I DPRD Jabar ini.

Baca Juga  Penerpan PSBB se- Jabar,  Komisi II DPRD Jabar Minta Kepala Daerah Harus Perhatikan Perekonomian Masyarakat

Kita pernah sampaikan ke Gubernur jabar dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Jabar, agar meningkatkan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, agar Pemprov Jakarta dapat menutup sementara seluruh aktifitas pekerjaan yang tidak berhubungan dengan penanganan covid-19.

Jadi selama tingkat pengawasan mobiltas masyarakat yang masih tinggi bekerja di Jakarta dan tiap-hari pulang pergi ke Bekasi, rasanya sulit untuk meraih ternd penurunan pandemi covid-19 secara signifikan. Tandasnya. (dbs/ahw).

Komentar