oleh

Dinyatakan “Negatif” Reaktif Covid-19, Lima Anggota DPRD Jabar Tetap Lakukan Isolasi Mandiri

Gedung DPRD Jawa Barat, ( Foto: realitapublik.com)

BANDUNG, Realitapublik.com,— Hasil Rapid Test yang digelar Sekretariat DPRD Jawa Barat terhadap 79 anggota dari 119 anggota DPRD Jabar, bekerjasama dengan Laboraturium Kesehatan Jawa Barat, ditemukan sebanyak 5 anggota terindikasi reaktif covid-19.  

Namun, beberapa anggota Dewan tersebut, termasuk 5 anggota yang dinyatakan terindikasi reaktif covid-19 merasa tidak yakin dan  tidak puas atas hasil rapid test yang dilakukan oleh Labkes Jabar. Lantas mereka melakukan rapid test ulang ke Laboraturium Biotest.

Bagaimana hasilnya ?… ternyata hasil berbeda, antara Labkes Jabar dengan Lab Biotest, kok bisa ya,..  ya itulah realitanya.

Sekretaris DPRD Jabar melalui Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, Arif Ahmad Rifai,  membenarkan bahwa berdasarkan Labkes Jabar, ditemukan ada sebanyak 5 anggota DPRD Jabar yang terindikasi reaktif covid-19.

“Ya, hasil rapid test kemarin, memang benar ditemukan ada 5 anggota dewan dinyatakan terindikasi reaktif covid-19, kini mereka sedang melakukan isolasi mandiri sesuai prosedur, selanjutnya akan dilakukan swab test”, ujar Arif dalam jawabannya melalui pesan singkat WhatsApp kepada Wartawan, Senin (3/8-2020).

Sementara itu, menurut salah seorang staf sekretariat DPRD Jabar mengatakan, membenarkan bahwa hasil rapid test yang diikuti sebanyak 97 orang anggota DPRD Jabar, yang bekerjasama dengan Labkes Jabar, ditemukan yang terindikasi reaktif sebanyak 5 orang dari 97 yang melakukan rapid test.

Namun, beberapa anggota dewan termasuk juga kelima anggota yang terindikasi reaktif tersebut, tidak nyakin dan tidak puas atas hasil rapid test yang dilakukan oleh Labkes Jabar, selanjutnya mereka di fasilitasi oleh Setwan Jabar untuk melakukan rapid test ulang di Laboraturium Biotest. Dan hasilnya dinyatakan “NEGEATIF”.

“Ternyata hasil rapid test dari Labkes Jabar tidak sama dengan rapid test yang dilakukan di Lab Biotest, padahal dilakukan pada hari yang sama tetapi hasil bisa berbeda”, ujar Sumber.

Terkait, adanya temuan 5 anggota terindikasi reaktif covid-19, Sekretaris gugus Tugas Penanggulangan Percepatan Covid-19 Jabar, Daud Ahmad kepada wartawan, mengatakan, bisa saja terjadi perbedaan hasil rapid test. Apalagi jika jeda waktu pemeriksaannya agak lama.

Namun, kata Daud, untuk lebih jelas dan tepatnya, silakan tanyakan keahlinya atu ke dokter dan ke orang laboraturium.

“Ya, bisa saja terjadi perbedaan hasil rapid test, tetapi untuk lebih jelas dan tepatnya, silakan tanyakan keahlinya atau ke dokter dan ke orang laboraturium”, ujarnya.

Sementara itu, beberapa anggota DPRD Jabar tidak mau disebutkan namanya, dari 79 anggota yang di-rapid test ada 5 anggota DPRD Jabar terindikasi reaktif covid-19. Ke-lima anggota dewan Jabar tersebut berasal dari Fraksi Gerindra-Persatuan, PDIP, Golkar, Demokrat dan PKS.

Namun, saat ditanya lebih lanjut, siapa saja ke lima anggota dewan tersebut, mereka tidak berkenan menyebutkannya, dan bahkan mengatakan, silakan tanya kelima pimpinan Fraksi tersebut.

Untuk memperjelas dan memastikan kebenaran adanya kabar, bahwa ada 5 anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra-Persatuan, FPDIP, FGolkar, FDemokrat dan FPKS. Media online faktabandungraya.com, melakukan konfirmasi dan klafikasi ke lima pimpinan fraksi tersebut.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Gerindra- Persatuan, H. Daddy Rohanady, pada saat dilakukan rapid test di gedung DPRD Jabar, jalan Diponegoro No 27 Bandung, Kamis (30/7-2020) kemarin, dari beberapa anggota fraksi yang mengikuti rapid test, tidak ada satupun yang terindikasi reaktif covid-19.

“Setahu saya gak ada dari Gerindra, mah, ujar Daddy melalui pesan WhatsApp-nya kepada media online faktabandungraya.com, Jum’at (31/7-2020).

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Fraksi Demokrat, H.Sugianto Nangolah, bahwa seluruh anggota Fraksi Demokrat yang melakukan rapid test semua aman.

“ Ngak Tahu, tapi dari Fraksi Demokrat hasilnya : semua aman”, ujar Sugianto melalui pesan WhatsApp-nya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Golkar, H.Kusnadi, ketika di konfirmasi melalui WhatsApp, tidak memberikan tanggapan dan hanya di baca saja.

Sekretaris FPKS, H. Ridwan Solichin, sampai berita diturunkan, konfirmasi melalui whatsApp-nya belum di baca, sehingga belum ada tanggapannya.

Anggota FPDIP Rafael Situmorang, saat dikonfirmasi, mengiyakan bahwa semula ada 5 anggota DPRD Jabar terindikasi reaktif covid-19, tetapi setelah dilakukan swab test semuanya negatif.

“Iya, tapi setelah di swab test semuanya negatif”, tandas Rafael. (hahw).

Komentar

Realita Terbaru