oleh

Wujudkan Sumedang Kota Buludru, BPDASHL Cimanuk-Citanduy Berikan Ribuan Bibit Pohon

BANDUNG, Realitapublik.com,—  Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi, M.Si  mengatakan, pihaknya akan terus mendukung dan menggalakkan kegiatan KBR (Kebun Bibit Rakyat). Bahkan ditahun ini, bersamaan digelarnya Darmaraja Festival ke XI/2020 dan Sumedang Buludru, ada ribuan pohon dari berbagai jenis termasuk pohon produktif  kita serahkan kepada pemerintah dan masyarakat Sumedang.

Penyerahan ribuan bibit pohon ini, sebagai upaya tindaklanjut mendukung kegiatan Sumedang Buludru terkait penghijauan lingkungan. Selain itu,  kegiatan ini bukan hanya seremonial semata, tetapi sejatinya dapat mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, fungsi pemanfaatan dan fungsi konservasi.

Demikian dikarakan Kepala BPDASHL Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi, M.Si  didampingi Kasie RHL, Eman Suherman, S,Hut, MM usai acara penyerahan langsung secara simbolis sebanyak 60 batang bibit pohon diantaranya bibit mangga, durian, lengkeng, solatri dan alpuket kepada perwakilan pemerintah dan masyarakat Darmaraja, di Kampung Cibuah Desa Darmaraja Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang, Selasa (18/8/2020).

Ribuan bibit yang diserahterimakan tersebut antara lain bibit Sengon sebanyak 2000 batang, batang pohon Kopi sebanyak 1200, Tabebuya sebanyak 100 batang, Plung sebanyak 350 batang, batang pohon Kencana sebanyak 150, Jambu sebanyak 600 batang, serta Gmelina sebanyak 600 batang.

Bukan hanya itu, BPDASHL Cimanuk-Citanduy juga melakukan pembangunan sebanyak 2 (dua) Dam Penahan, 23 Gully Plug yang tersebar di Kecamatan Sumedang Selatan, Situraja, Jatigede, Jatinunggal, dan juga pembuatan 5 kebun bibit rakyat (KBR) yang masing-masing pada KBR membuat 30 ribu batang bibit. Sementara bibit-bibit tersebut berasal dari Persemaian Permanen Kadipaten juga ada pula bibit produktif.

Menurut setiap tahun BPDASHL Cimanuk-Citanduy terus berupaya menggakkan kegiatan KBR Bahkan pada tahun 2019 lalu, ada sebanyak 186 KBR unit khusus untuk Kabupaten Sumedang sudah dilaksanakan.

“Alhamdulillah setelah pada tahun 2019 terdapat 19 unit KBR dengan jumlah per unit 30.000, maka sebagai upaya tindaklanjut mendukung program Sumedang Buludru, BPDASHL Cimanuk-Citanduy membuat kembali sebanyak 5 KBR dengan volume yang sama sebanyak 30 ribu batang bibit,” ujarnya.

Rukma menambahkan,  khusus pada wilayah kerja BPDASHL Cimanuk Citanduy telah dilakukan pula kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan berupa kegiatan RHL seluas 8.500 Ha yang dilaksanakan Perum Perhutani melalui penugasan khusus dari Menteri LHK.

“Di tempat ini pula (Darmaraja.red) telah kami canangkan Gerakan Nasional Pemulihan DAS (GNPDAS) dan Launching Bibit Produktif Jawa Barat serta Launching Bibit Produktif. Kegiatan dilakukan BPDASHL Cimanuk-Citanduy bukan hanya seremonial semata, tetapi sejatinya kita ingin mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, fungsi pemanfaatan dan fungsi konservasi,” harapnya.

Lebih lanjut Rukma mengatakan, kegiatan rehabilitasi Hutan dan lahan, merupakan investasi pemerintah yang biayanya 7 kali lebih murah daripada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk menangani dampak yang ditimbulkan dari bencana alam.

Maka dari itu, dirinya berharap kegiatan ini dapat berjalan sukses agar supaya masyarakat bisa menikmati hasilnya baik secara ekonomi, ekologi maupun sosial.

Pencanangan Sumedang sebagai Kota Buludru ini sebagai bentuk keseriusan Pemkab Sumedang guna mengembalikan predikat yang pernah disandang beberapa puluh tahun silam. Bahkan demi suksesnya program itu, gerakan kebersihan dan penghijauan dilaksanakan secara besar-besaran yang dikomandoi Bupati dan Wakil Bupati Sumedang.

Darmaraja Festival sendiri merupakan hajat tahunan warga Sumedang, hal itu guna menggaungkan kembali sejarah budaya Darmaraja. Pada event yang digelar pun dinilai mewadahi atau menunjukan kembali pelestarian budaya agar tidak redup.

Dalam Darmaraja Festival ditampilkan pula beragam acara budaya atau acara yang bersentuhan dengan kearifan lokal. Demikian untuk mengangkat kembali khasanah budaya Darmaraja. Mengingat Darmaraja adalah cikal bakal Sumedang, maka dengan digelarnya Darmaraja Festival diharap tidak sampai nilai histori akar budaya atau nilai kearifan sosial meredup. (hahw).

Komentar

Realita Terbaru