oleh

Ada Dua Sertifikat Di Lahan Yang Sama, Pemilik Pertama SHM Gugat BPN Kota Bandung dan Pemilik SHM Kedua

RajaBackLink.com

BANDUNG, realitapublik.com,— Tumpang tindih penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) sebidang lahan yang diterbitkan oleh BPN Kota Bandung, membuat Syayidah (pemilik SHM pertama diterbitkan tahun 1998) menggugat BPN Kota Bandung (Tergugat 1) dan Pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) terbitan Tahun 2019 (Tergugat Intervensi 2) di PTUN.

MPK Law Office melalui Agus Koswara S.H, selaku kuasa hukum penggugat (Ibu Syayidah) menjelaskan bahwa, Bahwa penggugat (Syayidah) baru mengetahui adanya sertifikat di lahan yang sama yang diterbitkan pada tahun 2019. Sekira bulan Maret, saat Ibu Syayidah menawarkan tanahnya kepada perusahaan pengelola Batu Nunggal Indah. Yang mana penggugat ketahui, pada tanggal 8 Maret 2020 saat itu diberitahukan kepada penggugat bahwa terhadap tanah yang dimiliki oleh penggugat sertifikat atas nama pihak/orang lain. Dan diketahui, pihak lain tersebut telah lebih dahulu menawarkan tanahnya (objek sengketa) kepada perusahaan pengelola Batu Nunggal Indah.

Namun, kata Agus, setelah adanya tawaran tersebut, Klien (Ibu Syayidah) mencoba mengkonfirmasi ke pihak Developer. “Ternyata sudah ada yang menawarkan dengan sertifikat (lahan) yang sama oleh pihak lain kepada pihak developer,” tutur Agus, Selasa (8/9/2020).

Meskipun ada kesamaan objek lahan, ternyata dokumen SHM yang dimiliki Ibu Saidah dengan dokumen yang dimilki pihak tergugat 2 (pemilik SHM kedua), memiliki luas yang berbeda dan lokasi administrasi wilayah yang berbeda.

“Dalam dokumen yang dimiliki kami luasnya 200 meter², sementara dalam dokumen (SHM) kedua luasnya tercatat 210 meter². Lokasi yang tertera di dokumen yang kami miliki lahan terletak di rw 3 rt 4, sedangkan dalam dokumen kedua (tergugat 2) di rw 11 rt 3,” rincinya.

Atas dasar tersebut, lanjut Agus, Klien kami (Ibu Syayidah) memutuskan untuk mendaftarkan perkara ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Bandung.

“Untuk penanganan perkara ini, kami mulai sejak 8 Juli 2020. Namun perkara ini sudah didaftarkan klien kami sejak Mei 2020,” terangnya.

Komentar

Realita Terbaru