oleh

Permohonan Perlindungan Anita Kolopaking Ditolak LPSK

JAKARTA, realitapublik.com,— Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara resmi menolak permohonan perlindungan yang diajukan oleh pengacara Djoko Soegiarto Tjandra, Anita Kolopaking (AK). Keputusan diambil melalui Rapat Paripurna Pimpinan (RPP) LPSK pada Senin, (31/8/2020). Terdapat beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan LPSK dalam mengambil keputusan.

LPSK berpendapat permohonan perlindungan yang diajukan AK, tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Status tersangka yang disandang oleh AK juga menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi keputusan dalam menolak permohonan, sehingga LPSK beranggapan tidak ada dasar untuk memberikan perlindungan kepadanya. Selain itu, masih terdapat informasi atau data lainnya yang tidak sepenuhnya disampaikan AK kepada LPSK.

Baca Juga  Pemulihan Psikososial Korban Tindak Pidana, LPSK Gelar Pelatihan Barista

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, keputusan LPSK untuk menolak permohonan perlindungan AK sudah berdasarkan telaah/ analisa dengan informasi/ data yang dimiliki saat ini serta berdasarakan koordinasi dengan berbagai pihak, hasilnya menunjukan bahwa permohonan perlindungan yang diajukan tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga  LPSK : Korban Penyerangan Polsek Ciracas Berhak Mendapatkan Restitusi

”Sebelum keputusan diambil, LPSK juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, khususnya Kepolisian dan Kejaksaan Agung,” kata Hasto.

Namun begitu, kata Hasto, LPSK mengeluarkan rekomendasi terkait penangan kasus Anita Kolopaking ini. Diantaranya adalah meminta Polri dan Kejaksaan Agung untuk profesional dan proporsional dalam menangani kasus terkait Djoko Tjandra. Kemudian meminta penyidik di Kepolisian dan Kejaksaan untuk mendorong perlindungan bagi Saksi dan Saksi Pelaku (JC) ke LPSK.

Baca Juga  LPSK : PP 35/2020 Menjadi Penantian Bagi Korban Terorisme Masa Lalu

Komentar

Realita Terbaru