oleh

Jalur Darat Menjadi Tantangan Satgas Pamtas Yonif 312/KH Distribusikan Logistik dan Bantuan Untuk Warga

KEEROM, realitapublik.com,— Melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Papua, banyak rintangan yang harus dihadapi Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam. Salah satunya adalah kondisi medan jalur darat yang belum memadai untuk pelaksanaan dorongan logistik. Kondisi tersebut nampak di Kampung Somografi, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua.

Disampaikan Lettu Inf Reskiawan selaku Pasiminlog Satgas Pamtas Yonif 312/KH,  Dorongan Logistik (Dorlog) adalah rutinitas kegiatan bulanan bagi Satgas Pamtas Yonif 312 /KH, bagi semua jajaran pos-pos terdepannya, kegiatan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan logistik prajurit selama penugasan.

Baca Juga  Pos Kalimao Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam Berikan Bantuan Kepada Warga

“Masih terdapatnya prasarana jalan yang belum diperkeras di beberapa wilayah perbatasan ini tentu menjadi kendala sendiri bagi pelaksanaan dorlog ini. Namun demikian, sebagai prajurit TNI pengaman perbatasan kami tetap semangat dan pantang menyerah dalam menjalankan tugas mulia ini,” ungkap Reskiawan dalam keterangan rilis yang diterima realitapublik.com, Minggu (1/11/2020).

Baca Juga  Awasi Limbah Industri, Dansektor 21 Sidak 2 Pabrik Penghasil Limbah Cair

Di tempat terpisah, Dankipur III Satgas Pamtas Yonif 312/KH Lettu Inf Dadang Iskandar mengatakan kegiatan dorlog ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan prajurit saja, namun juga sekaligus untuk mendistribusikan bantuan seperti sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan yang merupakan bantuan dari TNI, Instansi Pemerintahan maupun hasil swadaya Satgas Pamtas Yonif 312 /KH bagi warga perbatasan yang berada diwilayah binaannya.

Baca Juga  Kasdam III/Siliwangi Dampingi Aslat Kasad Cek Kesiapan Satgas Yonif 315/Garuda

“Kondisi jalan yang belum diaspal ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat perjalanan dorlog ini penuh tantangan, tidak jarang kondisi jalan yang berlumpur menghambat laju kendaraan dan membuat waktu tempuh bertambah dua kali lipat dari yang seharusnya,” kata Dadang.

“Menyiasati keadaan tersebut tentu saja kami melakukan perencanaan dan persiapan maksimal baik untuk pengamanan personil, materil maupun kebutuhan logistik selama perjalanan,” tambah Dadang. (Pendam III/cuy).

Komentar

Realita Terbaru