oleh

Komisi V Minta Disdik Jabar Ciptakan Kurikulum & Metodologi PJJ Menarik Bagi Siswa

PURWAKARTA, Realitarakyat.com,—  Komisi V DPRD Jawa Barat minta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan untuk menciptakan kurikulum dan metodologi pendidikan selama pandemi covid-19. Hal ini penting,  agar peserta didik tidak mengalami kebosan/ jenuh belajar di rumah  (PJJ) melalui daring dan luring.

Menurut, anggota Komisi V DPRD Jabar, H. Cecep Gogom, S.Ag., M.Pd, kita semua belum tahu kapan akan berakhirnya pandemi covid-19, untuk itu, agar para peserta didik tidak mengalami kebosan/ kejenuhan dalam belajar daring atau luring,  maka Komisi V DPRD Jabar, mendorong pihak Disdik Jabar dan pihak sekolah untuk berinovasi menciptakan kurikulum dan metodologi  yang menarik bagi peserta didik. 

Baca Juga  Sekolah Digital Untuk Pendidikan Jabar Juara, Ridwan Kamil Luncurkan Platform Next Generation Learning

“Melalui kurikulum dan metodologi yang menarik selama masa pandemi covid-19 tentunya dapat mendukung proses pembelajaran tetap mencapai target sesuai kurikulum.  Hal ini karena,  belajar itu jangan sampai putus dan harus tetap punya tujuan dan punya target”,

Demikian disampaikan anggota Komisi V DPRD Jabar Cecep Gogom, saat rombongan  Komisi V melakukan pemantauan  dalam rangka persiapan adaptasi kebiasaan baru di SMA Negeri 1 Purwakarta, baru-baru ini.

Baca Juga  UU No 23/2014 Mengamputasi Kewenangan DPRD

Dikatakan Cecep, agar pelaksanaan pembelajaran belajar di rumah (PJJ) lancar maka antara pihak sekolah dengan orang tua harus saling mendukung dan berkomitmen agar kedua belah pihak bisa sejalan dan seirama melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik daring maupun luring

Memang, dunia pendidikan bukan hanya tanggung jawab Pemerintah atau Dinas pendidkan dan sekolah semata, tetapi juga tanggung jawab trisentra pendidikan atau tiga pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling bergandengan tangan, bahu-membahu, dan bekerja sama membantu mengembangkan potensi anak dan pendidikannya.

Baca Juga  Penerpan PSBB se- Jabar,  Komisi II DPRD Jabar Minta Kepala Daerah Harus Perhatikan Perekonomian Masyarakat

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Purwakarta Emma Sukmasih memgatakan pihaknya sudah menjalankan protokol kesehatan dalam rangka persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di era Adaptasi Kebiasaan Baru. Terkait rencana belajar tatap muka, Emma menekankan KBM tidak dilakukan serentak karena jumlah siswa yang mencapai 1145 tetapi diatur sebanyak 15-16 siswa perkelas dan sisanya melakukan belajar dari rumah. (*/yadi).

Komentar

Realita Terbaru