oleh

BPDASHL Citarum-Ciliwung Bersama Resort SM Cikepuh Melepas Anak Penyu di Pantai Pangumbahan-Sukabumi

SUKABUMI, Realitapublik.com,— Pantai Pangumbahan yang terletak di selatan Pulau Jawa, tepatnya di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pantai Pangumbahan terkenal sebagai tempat penangkaran penyu.  Untuk itu, sangatlah tepat jika pemerintah melakukan penataan kawasan Pantai Pangumbahan menjadi kawan Wisata Bahari  dengan konsep Ekowisata.

Pantai Pangumbahan memiliki beberapa potensi yang tidak didapatkan di pantai lain di Indonesia, seperti  atraksi pelepasan tukik, karakter ombak yang sesuai dengan olahraga surfing, ada ekosistem terumbu karang yang baik. Selain itu, kegiatan masyarakat lokal Desa Pangumbahan yakni kegiatan peternakan, pertanian dan perikanan dengan mayoritas sebagai nelayan.

Sejak tahun 2006 lalu, Pantai Pengumbahan telah ditetapkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) sebagai salah satu dari 32 (tiga puluh dua) tapak peneluran utama penyu hijau (Chelonia Mydas) di dunia.

Pantai Pangumbahan dibagi menjadi 3 zona yakni zona Inti (68,48 Ha), zona penyangga (42 Ha), zona pelayanan (29,72 Ha).

Kawasan penyangga dan kawasan pelayanan adalah kawasan yang dibutuhkan untuk menyangga kawasan inti konservasi dan menjamin berlangsungnya konservasi penyu secara berkelanjutan dimana apabila tidak ada kawasan penyangga dan pelayanan yang ditata dengan baik, diyakini oleh para ahli penyu bahwa penyu di Pangumbahan dapat segera punah/pindah.

Baca Juga  Hari Bakti Rimbawan 2021, BPDASHL Cimanuk Citanduy Tanam 1.200 Bibit Pohon di Tanjungsari Sumedang

Untuk itu, agar Penyu-penyu di pantai pengumbahan tetap berkembang baik dan tidak punah, maka Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung bekerjasama dengan Resort Suaka Margasatwa Cikepuh melakukan pelepasan Tukik (Anak Penyu) di pantai Pengumbahan.

Pelepasan Tukik (anak penyu) di pantai pengandaran berasal dari pusat Penangkaran Penyu dikelola oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi.  Diharapkan dengan dilepasnyakannya ratusan tukik kelaut bebas  dapat terus hidup dan berkembang baik. Apalagi pada bulan September ssampai dengan Desember adalah musim penyu bertelur.

Lokasi konservasi Penyu Pangumbahan agak tersembunyi, sekitar 4,3 km dari area Pantai Ujung Genteng, kira-kira 15 menit kalau naik motor.  Masuk di wilayah penangkaran penyu pengumbahan tidak ada tarif resmi melainkan donasi sukarela yang dibayarkan ke loket jaga untuk pemeliharaan kawasan (sembari pengunjung diminta menuliskan nama dan tempat tinggal).

Baca Juga  Hari Bakti Rimbawan 2021, BPDASHL Cimanuk Citanduy Tanam 1.200 Bibit Pohon di Tanjungsari Sumedang

Konservasi Penyu Pangumbahan ini buka 24 jam, tapi proses pelepasan tukik selalu dilakukan pukul 5 sore (hampir setiap hari, pada umumnya). Walau tidak disediakan pemandu wisata secara khusus, namun memasuki area Konservasi yang cukup luas, pengunjung akan banyak melihat papan-papan infografis seputar penyu; jenis-jenis penyu, habitat serta informasi mengenai situasi saat ini dimana keberadaan penyu terancam punah.

Sebelum masuk ke area penetasan telur, ada baiknya kita memasuki kolam sentuh untuk melihat penyu-penyu yang dirawat di dalam ruangan, serta tukik-tukik yang sedang dipersiapkan untuk dilepas di sore hari.

Pengunjung yang datang ke kawasan penangkaran penyu dilarang untuk menyentuh tukik, namun kita diperbolehkan untuk menyentuh penyu dewasa yang berada di kolam. Jika beruntung, biasanya akan ada petugas yang menemani kita di kolam penyu dan dengan baik hati bercerita mengenai penyu-penyu yang sedang dirawat di Pangumbahan ini.

Area penetasan telur merupakan area kebun yang dipagari di mana di dalamnya terlihat ada keranjang-keranjang yang dikuburkan di pasir. Melewati area ini, kita akan diarahkan menuju pantai berpasir kuning yang cantik, yang nantinya akan menjadi tempat pelepasan tukik.

Baca Juga  Hari Bakti Rimbawan 2021, BPDASHL Cimanuk Citanduy Tanam 1.200 Bibit Pohon di Tanjungsari Sumedang

Walaupun masih berada di area Pantai Pangumbahan, namun akses area pantai hanya bisa dilalui dari pintu masuk Konservasi Penyu. Dan sungguh pantainya sangat cantik, ombaknya tergolong besar dan liar sehingga pengunjung tidak disarankan untuk berenang ataupun bermain di sekitar pantai. Namun, walau hanya bisa memandang, setiap wisatawan pasti merasa  kagum dengan ambience yang ada di tempat ini.

Sekir pukul lima sore, beberapa petugas konservasi datang dengan membawa keranjang berisikan tukik. Satu keranjang bisa berisi hingga 100 tukik. Sedangkan untuk pelepasan tukik  per harinya bisa di kisaran ratusan hingga 1.000 ekor.

Untuk diketahui, bahwa Pengunjungpun diajak untuk berdiri sejajar membentuk setengah lingkaran menghadap pantai. Sebelumnya petugas mengingatkan agar pengunjung tidak ada yang berinteraksi dengan tukik melalui sentuhan, agar mereka tidak mengendus bau manusia dan bisa hidup di alam bebas. Kegiatan foto dan video boleh dilakukan asal tidak menghalangi tukik berjalan ke arah pantai. (dbs/red).

Komentar

Realita Terbaru