oleh

Dukung Industri Kreatif, G Kapital Management Siapkan Anggaran Rp 50 Miliar Tahun 2021

JAKARTA, realitapublik.com,— Mendukung kemajuan industri kreatif di bidang entertainment, Pengusaha Otomotif dan Real Estate sekaligus Direktur G Kapital Management Eko Soe anggarkan dana Capex (Capital Expenditure) tahun 2021 sebesar 50 Miliar. Pendanaan melalui G Kapital management dan beberapa pihak investor, akan menjadi dukungan bagi rumah produksi dan studio kelas menengah bisa berakselerasi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Eko soe meyakini pada Tahun 2021 industri akan pulih perlahan, “kita yakin ekonomi indonesia kuat dan terus tumbuh. Indonesia tidak kekurangan orang dermawan. Hal ini yang membuat ekonomi bisa bertahan menjaga daya beli. Memang tidak dipungkuri investor masih belum percaya 100 persen kepada instrument investasi, tapi saat ini investor lebih cerdas dan bisa melihat mana bisnis yang prospeknya bagus bertumbuh dan mana bisnis yang kurang menarik. Ini terkait inklusi dan literasi keuangan yang semakin maju,” ungkap direktur G Kapital melalui siaran pers, Selasa (01/12/2020).

Di tahun 2021 ini capex akan dianggarkan ke modal kerja untuk peningkatan kapasitas produksi bagi studio dan rumah produksi, serta pendanaan bagi film untuk VOD (Video on demand) atau OTT (Over the top). G Kapital akan membantu rumah produksi di indonesia untuk terus meningkatkan kinerja hingga membentuk management yang solid.

Meski kondisi 2020 hampir semua industri terkena imbas dari pandemi. Hasil data nielsen menunjukan peningkatan belanja iklan naik tajam di kuartal II 2020. Belanja iklan di media TV masih menjadi yang nomer satu dengan porsi mencapai Rp 88,2 triliun, media website berada di posisi kedua dengan capaian Rp 24,2 triliun, media cetak di posisi ketiga dengan Rp 9,6 triliun dan media radio diurutan buncit dengan capaian Rp 604 miliar.

Ghina nafsih selaku Direktur Utama G Kapital management menambahkan ” G Kapital akan selalu mendukung dan tertarik  berinvestasi di industri entertainment indonesia, kita harus bisa lebih banyak ekspor kedepannya. Jangan terus menjadi target pasar dan konsumsi film-film impor,” tandasnya. (rls/cuy)

Komentar

Realita Terbaru