oleh

Benarkah KPK Selidiki Dugaan Sosok Madam Dalam Kasus Korupsi Bansos

JAKARTA, realitapublik.com,— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebut akan menyelidiki dugaan sosok ‘madam’ dalam kasus korupsi bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Munculnya istilah Madam dalam kasus korupsi Bansos, sebagaimana dilaporkan Tempo, mengacu ke seorang petinggi elite PDI Perjuangan.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, membeberkan salah satu upaya yang ditempuh penyidik adalah mengonfirmasi hal tersebut kepada saksi-saksi yang dipanggil.

“Pada prinsipnya segala informasi yang berkembang yang kami terima, yang ada hubungan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini, tentu akan dikembangkan lebih lanjut dengan mengkonfirmasi kepada para saksi,” kata Ali, dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (25/01/2021).

Baca Juga  Penyidik KPK Ditangkap Propam Polri, Koq Bisa?

Selain Juliari, dalam perkembangan kasus korupsi bansos, ada nama Herman Hery dan Ihsan Yunus. Keduanya adalah Ketua Komisi Hukum DPR dan Wakil Ketua Komisi Agama dan Sosial DPR. Ihsan belakangan dirotasi ke Komisi II yang membidangi tugas pemerintahan dalam negeri, kepemiluan, hingga pertanahan dan reforma agraria.

Informasi berdasarkan laporan investigasi Koran Tempo, dituliskan bahwa jatah kuota 1,3 juta paket bansos diberikan kepada perusahaan yang terafiliasi dengan Herman dan Ihsan. Herman memperoleh 1 juta paket, sedangkan sisanya untuk perusahaan yang berafiliasi dengan Ihsan.

Baca Juga  Novel Baswedan Dikabarkan Terpapar Virus Corona

Temuan awal KPK, Juliari diduga menerima fee Rp10 ribu dari setiap bansos. Total uang yang diterima mencapai Rp17 miliar dari dua paket pelaksanaan bantuan.

Bersumber dari laporan Tempo menyebut kuota paket yang diperoleh Herman dan Ihsan tidak kena potongan karena ada bagian dari ‘madam’.

Diketahui, penyidik KPK sendiri telah menggeledah kantor rekanan bansos yang terafiliasi dengan Herman, serta rumah orangtua Ihsan yang berada di Jalan Raya Hankam, Nomor 72, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga  Terjerat Kasus Suap, SRP Ternyata Penyidik KPK Yang Memiliki Kemampuan Di Atas Rata Rata

Dari rumah orangtua Ihsan, penyidik mengamankan alat komunikasi dan sejumlah dokumen yang disinyalir terkait dengan perkara.

Ali menjelaskan barang-barang yang diamankan bakal dianalisis lebih lanjut sebelum diputuskan untuk disita atau tidak.

Dalam kasus ini, sejauh ini KPK menetapkan total lima orang tersangka. Selain Juliari, lembaga antirasuah tersebut telah menjerat dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial, diantaranya Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta dua orang dari pihak swasta yaitu Ardian I M dan Harry Sidabuke. (Cuy/dbs)

Komentar

Realita Terbaru