oleh

Lanjutkan Pengerukan Sedimentasi Cipamokolan, Tetap Berusaha Maksimal Di Musim Penghujan

BANDUNG, realitapublik.com,— Satgas Citarum Sektor 21 lanjutkan pengerukan sedimentasi sungai Cipamokolan yang berada di wilayah perbatasan menuju ke muara sungai Citarum, tepatnya di kampung Ciputat Jembatan Baru RT 07 RW 04 desa Tegal Luar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Komandan Sektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat, melalui Dansubsektor 3 Cipamokolan Serka Hamdani menjelaskan, pengerukan dilakukan menggunakan alat berat Excavator Kobelco SK 200 (SANEKA) masuk kedudukan pada Hari Jum’at tanggal 22 Januari 2021 dan sebanyak 2 dumptruck sebagai kendaraan pendukung pengangkut sedimentasi.

Baca Juga  Karya Bakti Sungai Satgas Sektor 21-11 di desa Lagadar

“Pelaksanaan pengerukan mulai dilaksanakan sejak tiga hari lalu,” ujar Serka Hamdani, Rabu (28/01/2021).

Pengerukan sedimentasi merupakan salahsatu kegiatan normalisasi sungai. Dikatakan Serka Hamdani, meskipun saat ini cuaca menjadi tantangan pelaksanaan pengerukan, satgas dan operator alat berat akan melakukan semaksimal mungkin progres pengangkatan sedimentasi dari badan sungai.

“Alat berat sudah bekerja melaksanakan pengerukan, namun dengan kondisi saat ini seringnya turun hujan. Karena medan jalan (bantaran) yang licin, potensi amblasnya dudukan (tanah) alat berat serta debit air sungai yang tinggi menjadi tantangan pengerjaan,” terang Serka Hamdani.

Baca Juga  Satgas Sektor 21-12 Karya Bakti Anak Sungai Ciwidey Desa Bunigara

“Sudah tiga hari dilaksanakan dan berusaha semaksimal mungkin walaupun dengan adanya kendala alam,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan lanjutan pengerukan sedimentasi sungai Cipamokolan Tahun 2021, lanjut Serka Hamdani, rencananya akan dilakukan di sepanjang 2,5 Kilometer aliran sungai. Pengerjaan akan dilakukan dari dua sisi bantaran, karena menggunakan alat berat standar.

Baca Juga  Pintu Air Adimaja Citarik, Titik Akhir Kontrol Satgas Sektor 21 Awasi Pencemaran Sampah

“Diperkirakan (pengerjaan) enam sampai delapan bulan kedepan,” katanya.

Untuk pelaksanaan lanjutan pengerukan sedimentasi, satgas juga telah membuka akses jalan kendaraan pendukung pengangkut sedimentasi sungai.

“Kita juga sudah membuka akses jalan bagi kendaraan pengangkut sedimentasi. Selama ini kebanyakan lahan bantaran sungai dimanfaatkan warga sebagai lahan tanaman. Tapi untuk kelancaran pelaksanaan normalisasi sungai warga mengerti karena kita juga sudah sosialisasikan sebelumnya,” pungkas Serka Hamdani. (Cuy)

Komentar

Realita Terbaru