oleh

Berikan Rasa Aman Warga, Satpol PP Jabar Akan Perkuat Satlinmas

RajaBackLink.com

BANDUNG, realitapublik.com,— Memberikan rasa aman dan perlindungan di tengah masyarakat, Satpol PP Jabar dibawah kepmimpinan Kepala Satpol PP Jabar M.Ade Afriandi akan melakukan terobosan dengan memperkuat keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Dikatakan Kasatpol PP Jabar M. Ade Afriandi, untuk menghilangkan stigma negatif terhadap Satpol PP, dan memberikan rasa aman, nyaman dan tentram kepada masyarakat. Maka Satpol PP Jabar mendorong penguatan Perlindungan Masyarakat yaitu dengan cara membentuk dan mempemberdayakan serta menguatkan Satlinmas.

“Hal ini untuk mengubah stigma ke arah yang lebih baik. Sehingga keberadaan Satpol hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan masyarakat. Rasa aman dan tentram kepada warga dalam menjalankan aktifitasnya,” tuturnya.

Kita ingin, lanjut Ade, muncul dan tumbuh kepatuhan dari diri masyarakat terhadap aturan. Dan bagi yang tidak menjalankan aturan barulah bicara penegakan hukum/ aturan dengan cara humanis, jelas Kasatpol PP Jabar Ade Afriandi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (10/2/2021) malam.

Baca Juga  Kado HUT Ke-71 Satpol PP dan Ke-59 Satlinmas

Program penguatan Satlinmas, sudah final dibahas di internal Satpol PP Jabar bersama Satpol PP Kab/kota se Jabar pada akhir tahun 2020 lalu. Sehingga di tahun 2021 ini akan kita realisasikan, ucapnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, Satlinmas harus memiliki kemampuan membantu pemerintah dalam mensosialiasikan peraturan dan kebijakan pemerintah. Untuk itu, Satlinmas harus kita perkuat dari level provinsi, Kab/kota hingga ke Desa/ kelurahan bahkan sampai tingkat RT/RW.

Memang, kata Ade, berdasarkan tupoksi,  Satpol PP itu sebagai Penegakan Perda, Penertiban tempat umum, Ketentraman masyarakat dan perlindungan masyarakat. Namun, setelah di evaluasi terutama saat kita melakukan operasi yustisi Prokes Covid-19 (penegakan disiplin) dan sekarang kita dorong mensukseskan PSBB Mikro, mulai dari tingkat provinsi, Kab/kota hingga ke RT/RW.

“Jadi, kehadiran Satpol PP untuk memberikan perlindungan masyarakat. Perlindungan dalam ketertiban umum, ketentraman masyarakat. Di saat kondisi normal maupun saat bencana alam maupun non alam (Pandemi covid-19) maupun sosial,” janjinya.

Baca Juga  Kasat Pol PP Jabar : Penegakkan Perda Dengan Mengedukasi Masyarakat Taat Aturan

Saat kita melakukan operasi Covid-19, lanjut Ade, pelanggaran kedisplinan malah naik. Tetapi di saat kita tidak melakukan operasi, pelanggaran malah turun. Sehingga tidak tepat persepsinya, supaya tidak ada pelanggaran jangan ada operasi. “Hal ini karena kita berhadapan dengan masyarakat kita yang kepatuhannya belum terbangun,” katanya.

Dalam UU dan Permendagri, bahwa di Satpol PP ada disebutkan Perlindungan Masyarakat. Sehingga perlu dibentuk Satuan Linmas, kalau dulu hansip, ujarnya.

Ade juga mengatakan, sekarang sedang diterapkan PSBB/PPKM mikro. Gubernur mendorong penerapan zona resiko sampai ke tingkat RT/RW yang ditetapkan oleh Buapti/Walikota.

“Nah disinilah, nyambungnya keberadaan Satpol PP sebagai Perlindungan masyarakat, di saat kita menggelar operasi covid-19 didalamnya ada Satlinmas,” tuturnya.

Baca Juga  HUT Satpol PP Ke-71, Kasatpol PP Jabar Terima Penghargaan Dari Mendagri

Selain membantu mensosialisasikan peraturan dan kebijakan pemerintah, kita ingin Satlinmas memiliki kemampuan untuk mengedukasi masyarakat agar terbangun kesadaran dan kedisiplinan guna merubah prilaku masyarakat.

Bahkan Satlinmas juga harus memiliki kemampuan mitigasi bencana. Untuk itu, dalam memberikan kemampuan Satlinmas, pihaknya akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak, baik dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kepala Desa, Lurah, sampai TNI/Polri.

“Sehingga pada saat terjadi bencana maupun pasca bencana, personil Satlinmas sudah siap dan sigap memberikan bantuan kepada masyarakat,” ujarnya.

Jadi keberadaan Satlinmas di tengah masyarakat, dalam kondisi apapun dapat menjalankan peran preventif, preemtif, dan represif. Dan ketika terjadi bencana, Satlinmas di bawah koordinasi Kades/Lurah harus bisa mengorganisir untuk menjamin ketertiban dan ketentraman. Kemudian juga membantu mengevakuasi, memitigasi masyarakat. Ini yang akan kita kembangkan di tahun 2021 ini, pungkasnya. (Cuy/HW)

Komentar

Realita Terbaru