oleh

Cek Kesiapan Program Petani Milenial, Komisi II DPRD Jabar Tinjau Lahan di Garut

GARUT, realitapublik.com,— Komisi II DPRD Jawa Barat yang bidang perekonomian, meninjau lahan milik Pemprov Jabar yang nantinya akan ditempati dan dikelola oleh 5.000 petani milenial, di kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, Kamis (04/02/2021).

Rombongan Komisi II DPRD Jabar ingin mengetahui sejauh mana kesiapan di lapangan sebelum diluncurkannya program 5.000 petani milenial yang belakangan ini dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kita ingin program lima ribu (5.000) petani milenial dapat meningkatkan hasil produksi pertanian sebagai upaya memenuhi ketahanan pangan Jabar dan Nasional,” ujar Anggota Komisi II Yuningsih.

Untuk itu, lanjutnya, sebelum petani milenial ini diterjunkan ke lapangan, tentunya kita ingin tahu sejauh mana kesiapan dan persiapan dilapangan. “Jangan sampai pada saat mereka di kirim ke lokasi lahan yang akan dikelola, kebingungan,” ungkapnya.

Baca Juga  Dampak 24 Pegawai Terpapar Covid-19, Setwan Jabar Berlakukan 25 Persen Karyawan Bekerja Di Kantor

“Kita di Komisi II DPRD Jabar, siap mendorong pemerintah provinsi Jabar untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan mengoptimalkan lahan yang dimiliki dengan mengusung para petani milenial”, ujarnya Yuningsih di Kawasan Pertanian Percontohan Smart Green House, Wanaraja, Kabupaten Garut.

Diketahui, lahan milik Pemerintah provinsi saat ini sedang dikelola oleh BUMD Jabar yaitu PT.Agro Jabar. Rencananya akan diserahkan pengelaloannya kepada  5.000 petani milenial, dengan masing-masing diberikan lahan seluas 2.000 meter. 

Selain diberi lahan, petani milenial juga nantinya akan diberikan modal oleh Bank BJB serta diberikan bimbingan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hasil pertaniannya atau produknya akan dibeli oleh PT. Agro Jabar.

Baca Juga  Hasim Adnan Serap Aspirasi Masyarakat Cimenteng, Keluhkan Insfrastruktur Jalan yang Tidak Merata

Dengan menurunkan 5.000 petani milenial, sambung Yuningsih, tentunya diharapkan lahan yang dikelola BUMD Jawa Barat yakni, PT Agro Jabar harus mampu menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing dan unggul. Sebab, tantangan berat yang dihadapi PT Agro Jabar salah satunya ialah daya saing produk pertanian dan teknologi yang diterapkan.

“Orientasi utamanya memang bukan provit atau keuntungan, tetapi juga masyarakat harus dapat merasakannya langsung,” harapnya.

Yuningsih menambahkan, pengelolaan lahan untuk petani milenial tersebut harus memiliki verifikasi yang jelas. “Terlebih harus ada pendampingan anggaran dari pemerintah daerah, dan tentunya kami harus mengawal agar bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Baca Juga  Musrenbang 2022, DPRD Jabar: Prioritaskan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

Dirinya juga membandingkan jangan seperti BUMD sebelumnya yakni Perusahaan Daerah Agribisnis dan Pertambangan (PDAP). Dari segi hasil PT Agro Jabar dapat menguntungkan dan mengangkat pendapatan Jawa Barat. Meskipun hingga saat ini baru dua tahun terakhir dapat dirasakan hasilnya. Terutama, dengan adanya petani milenial tersebut dapat dikelola lebih baik lagi untuk memaksimalkan kalangan muda yang akan menggeluti bidang pertanian.

“Saya berharap terus ada peningkatan, apalagi didukung oleh kreativitas dari petani milenial ini,” pungkasnya. (cuy

Komentar

Realita Terbaru