oleh

Herry Dermawan : DPRD Jabar Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu

RajaBackLink.com

BANDUNG, Realitapublik.com,— Jalan tol Cisumadawu sepanjang 62,60 kilometer yang mulai dibangun sejak November 2011 lalu, merupakan bagian dari Trans Jawa yang berada di Jawa Barat yang menghubungkan daerah Bandung, Sumedang, dan Majalengka. Namun, hingga Februari 2021 masih terus dalam pembangunan.

Terhambatnya penyelesaikan pembangunan Jalan tol Cisumdawu tidak terlepas dari persoalan klasik yaitu masalah penyelesaikan pembebasan lahan yang terkena pembangunan jalan tol Cisumdawu. Untuk itu, DPRD Jabar terus mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan, sehingga pembangunan jalan Tol Cisumdawu  tidak lagi terhambat dan molor penyelesaian pembangunan.

Anggota Pansus IX DPRD Jabar  Ir.H.Herry Dermawan mengatakan, persoalan pembebasan lahan merupakan persoalan klasik,  oleh karena itu, kita mendorong kepada seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan koordinasi agar mendapatkan solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalahan lahan yang menjadi penghambat pembangunan jalan tol Cisumdawu”.

Demikian dikatakan anggota Pansus IX DPRD Jabar Herry Dermawan dari Fraksi PAN ini saat dihubungi melalui telepon selulsernya, Jum’at (19/02-2021).

Dikatakan, Jalan Tol Cisumdawu ( Cileunyi-Sumedang dan Dawuan) berpotensi  besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Barat. Karena Tol Cisumdawu merupakan salah satu akses penting yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang mobilitas menuju Bandara Internassional Jawa Barat (BIJB) Kertajati –di Kabupaten Majalengka.

Untuk itu, DPRD Jabar terus mendorong pemerintah Provinsi Jabar untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemkab Sumedang guna mempercepat penyelesaian pembebasan lahan. Karena hingga kini, pembebasan lahan menjadi kendala utama dalam percepatan penyelesaian pembangunan jalan Tol Cisumdawu.

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, dimulai pada tahun akhir November 2011 lalu, namun hingga pertengahan Februari 2021 ini, belum juga dapat terselesaikan. Hal ini karena terkendala pembebasan lahan.  Sehingga, proyek  pembangunan Tol Cisumdawu molor terus. Padahal bila tol Cisumdawu rampung bakal mendongkrak perekonomian di Jawa Barat karena akses lebih cepat, termasuk jalan menuju BIJB.

Beberapa waktu lalu, kata politisi senior PAN Jabar,  Pansus IX DPRD Jabar bersama Tim Eksekutif dari Pemprov Jabar melakukan kunjungan kerja ke Jatinangor untuk meninjau langsung progress proyek pembangunan Tol Cisumdawu. Menurut pihak pembangunan jalan tol, bahwa selaku kontraktor akan mempercepat pembangunan kalau semua lahan sudah terbebaskan.

Dalam kunjungan Pansus IX DPRD Jabar, pihak penanggungjawab pembangunan jalan tol mengungkapkan, salah satu hambatan yang kini belum terselesaikan adalah soal pembebasan lahan pada fase 4 5 dan 6. Ia berharap agar hal ini menjadi perhatian sehingga proyek pembangunan jalan ini dapat segera selesai sesuai target pada akhir tahun 2021 ini.

“Kami berharap agar permasalahan pembebasan lahan ini segera dituntaskan agar pembangunan tol Cisumdawu ini tak molor terus,” harap Herry yang juga anggota Komisi II DPRD Jabar ini.

Lebih lanjut Politisi PAN Jabar ini berharap, dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu yang nantinya terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam. Dengan konektivitas yang semakin meningkat maka operasional bandara akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Selain itu, DPRD Jabar juga minta kepada Pemprov Jabar untuk juga menyelasikan jalan yang menjadi akses masuk ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Hal ini sangat penting untuk  mewujudkan dan mendongkrak peningkatan perekonomian di Jawa Barat dan berharap BIJB Kertajati menjadi bandara komersial satu-satunya di Jawa Barat,”tandasnya. (adikarya/yadi).

Komentar

Realita Terbaru