oleh

Sebanyak 33 Desa dan 15 Kecamatan di Kabupaten Karawang Terendam Banjir

KARAWANG, Realitapublik.com,— Banjir bandang  melanda Kabupaten Karawang semakin meluas, sudah ada 33 Desa dari 15 Kecamatan terendam banjir. Bahkan data dari BPBD Karawang, sudah mencatat lebih sekitar 15 ribu rumah warga yang terendam banjir.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum, masjid, sekolah, perkantoran, pertokoan, rumah sakit, bahkan tidak luput juga rumah pribadi dan rumah dinas Plh Bupati Karawang Acep Jamhuri juga terendam.

Banjir bandang  tahun ini lebih meluas dari tahun –tahun sebelumnya, banjir juga masuk ke wilayah Kota Karawang.   Hal ini disebabkan tingginya intensitas hujan, meluapnya beberapa sungai /kali yang ada di wilayah Kabupaten Karawang, seperti melaupnya Sungai  Citarum, Cibeet, Cikaranggelam, Cikaretetg dan Sungai Cimalaya. 

Dampak banjir bandang yang melanda di 33 desa se Kab karang tersebut, memutuskan jalur transportasi darat, juga  melumpuhkan perekonomian sebagian masyarakat Karawang, Mereka tidak bisa menjalankan usahanya karena toko dan tempat usaha dan rumahnya terendam banjir.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar,  Hj. Iis Turniasih merasa sangat prihatin atas musibah banjir yang  melanda wilayah Kabupaten Karawang, dan telah merendam sekitar 15 ribuan rumah warga dan fasilitas umum, perkantoran,  pertokoan, sekolah dan masjid.

“Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Karawang saat ini, lebih luas dari banjir bandang pada tahun 2010 silam.  Untuk itu, dalam mengatasi banjir di Karawang harus bersinergi bersama, antara pemerintah, TNI-Polri, Relawan dan masyarakat”.

Demikian dikatakan  Hj.Iis Turniasih anggota Fraksi PDIPerjuangan DPRD Jabar ini saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (22/-02-2021).

Sinergitas dalam penanggulangan banjir bandang di Karawang, terutama dalam melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam termasuk pasien yang rumah sakitnya juga terendam harus dievakuasi ketempat yang lebih aman dari banjir.

Banjir bandang melanda Karawang tentunya tidak terlepas dari dampak kerusakan lingkungan. Untuk itu,  guna mengantisipasi dan meminimalisir terjadi korban jiwa, maka koordinasi dan sinergitas antar instansi terkait, baik vertikal maupun horisontal  harus  ditingkatkan.

Iis menambahkan,  sinergitas antar instansi terkait sangat penting dalam penanganan percepatan penanggulangan banjir  “Sinergis antar dinas harus jalan, agar penanganan penanggulangan bencana alam, bisa dikerjakan sesuai leading sektor nya,” tutur wakil rakyat daerah pemilihan( dapil) Jabar X Kabupaten Purwakarta-Karawang ini.

Lebih lanjut politisi perempuan PDIP Jabar ini mengatakan, disamping meluapnya sungai sungai, tentunya tidak terlepas dari kerusakan lingkungan disekitar Gunung Sanggabuana yang semakin gundul . Sehingga bila hujan turun cukup lebat, air hujan tidak terserap kedalam tanah karena pohon –pohon dikaki gunung sudah gundul.

Selain itu, tentunya tidak terlapas dari ulah masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga aliran air tersumbat. Ditambah lagi, banyaknya bangunan liar berdiri di bantaran sungai, ujarnya.

Masih menurut Iis Turniasih, banyak cara dalam   mengantisipasi bencana alam longsor dan banjir bandang di Kabupaten Purwakarta dan Karawang, diantaranya dengan cara penanaman pohon, penghijauan di sejumlah resapan air serta mencegah terjadinya pengrusakan hutan.

Adapun terkait beberapa wilayah Kabupaten Karawang yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan, Iis membenarkan, bahwa Karawang itu memang daerah banjir, salah satunya disebabkan oleh sodetan Sungai Cibeet yang luar biasa berdampak ke masalah lingkungan.

Selain itu, diperlukan juga memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tidak terus-terusan merusak lingkungan dan hutan. Membersihkan saluran pembuangan air dari sumbatan sampah-sampah. Serta melakukan pengerukan sedimentasi sungai dan membebaskan rumah-rumah/ bangunan yang berdiri di disepanjang bantaran sungai, tandasnya. (adikaraya/ yadi).

Komentar

Realita Terbaru