oleh

Tanggapan Badan Geologi, Penyebab Amblasnya Ruas Jalan Tol Cipali KM 122 Subang




BANDUNG, realitapublik.com,— Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merilis faktor penyebab terjadinya bencana pergerakan tanah atau amblasnya ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122, Cipunagara, Kabupaten Subang.

Dari hasil pantauan Tim PVMBG Badan Geologi di lokasi terjadinya pergerakan tanah yang terletak pada koordinat 6° 32’ 55” LS dan 107° 53’ 27” BT. Terjadi pada hari Selasa, 9 Februari 2021 sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut data yang disampaikan Humas Badan Geologi, terdapat 4 faktor penyebab terjadinya gerakan tanah. Diantaranya kemiringan lereng yang tidak terlampau curam sehingga gerakan tanah relatif lambat.

Kedua, kemungkinan material timbunan yang kurang padu atau mudah tererosi. Ketiga, pengaruh dari erosi air permukaan (air hujan maupun aliran sungai) di kaki lereng mengingat lokasinya yang berada tidak jauh dari sungai besar.

Dan faktor keempat, curah hujan yang tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.

Badan Geologi juga menerangkan bahwa jenis gerakan tanah berupa nendatan lambat atau rayapan yang ditandai dengan retakan pada badan jalan. Retakan terjadi pada badan jalan sepanjang 20 meter dengan kedaiaman 1 meter pada jalur arah Jakarta.

Secara umum, lokasi bencana merupakan daerah landai hingga agak curam yang berada di bantaran Sungai Cipunagara dengan kemiringan lereng <20°. Lokasi berada pada ketinggian antara 20 — 25 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bandung, Jawa (Silitonga, 1973). Daerah atau wilayah terjadinya bencana tersusun oleh batupasir tufaan, lempung dan konglomerat (Qos). Di sekitar area gerakan tanah tidak terdapat struktur geologi berupa lipatan maupun sesar/patahan.

Sementara, berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Bulan Februari 2021 di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), ruas Jalan Tol Cipali KM 122 berada pada wilayah dengan potensi gerakan tanah Rendah.

Artinya daerah ini mempunyai potensi rendah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini jarang terjadi gerakan tanah kecuali pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai dan gawir atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama telah mantap kembaii. (Cuy/rls).

Komentar

Realita Terbaru