oleh

Aksi Kudeta Partai Demokrat, Bukan Sekedar Pencalonan Pilpres 2024

JAKARTA, realitapublik.com— Aksi kudeta yang dilakukan kubu Moeldoko merebut kursi Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan hanya untuk memuluskan pencalonan kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu di Pilpres 2024.

Hal itu diungkapkan Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Chusnul Mar’iyah, dalam video youtube melalui akun Realita TV yang diunggah pada Rabu (10/03/2021).

Dirinya menilai ada berbagai kepentingan lainnya, termasuk oligarki ekonomi dan politik. “Semuanya untuk kepentingan 2024,” ujar dosen Ilmu Politik di UI ini.

Baca Juga  Dituding Ingin Kudeta Partai Demokrat, Ini Tanggapan Moeldoko

Menurutnya, ada bayang-bayang kepentingan besar yang menyusup di belakang aksi kudeta tersebut. Karena Partai Demokrat, dinilai menjadi ancaman lantaran berhasil merebut simpati rakyat dengan jargon ‘berkoalisi dengan rakyat’.

Menurut Chusnul, jargo tersebut mengena ke hati masyarakat karena rakyat sudah jenuh dengan kondisi mayoritas partai yang mengekor di belakang pemerintah.

Baca Juga  Ingin Kudeta Partai Demokrat, Jangan Catut Nama Presiden

“Jadi siapa pun yang dinilai menjadi ancaman bagi penguasa bakal menjadi target operasi,” ucapnya. 

Bahkan sebelum Demokrat dipecah-pecah, kata Chusnul, sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan tokoh yang kritis ditangkapi. Dia mencontohkan kasus Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan lainnya.

“Jadi ini yang oposisi dihabisi. Balik lagi model otoriter di rezim orde baru,” katanya.

Baca Juga  Dituding Ingin Kudeta Partai Demokrat, Ini Tanggapan Moeldoko

Dia juga menyoroti pidato Moeldoko di Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara sesaat setelah KLB Demokrat. Moeldoko saat itu menyatakan apa yang dilakukannya dalam rangka menjaga demokrasi di Indonesia.  

“Pidato itu dikatakan Moeldoko tanpa rasa canggung, tanpa beban, ditambah lagi tanpa etika menurut saya,” ujar perempuan kelahiran 1961 itu.

Dirinya juga menganggap bahwa pengambilalihan Partai Demokrat merupakan upaya merusak demokrasi. (Cuy/dbs)

Komentar

Realita Terbaru