oleh

Herry Dermawan : Patuhi Prokes 3M, Tingkat Kunjungan Wisata Pangandaran Mulai Meningkat

PANGANDARAN, Realitapublik.com— Sejak awal tahun 2021, tingkat kunjungan wisata ke destinasi pantai Pangandaran mulai meningkat, setelah selama tahun 2020 mengalami turun secara drasti akibat pandemi covid-19.

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Ir.H.Herry Dermawan mengatakan, sejak berjangkitnya virus corona (Covid-19) melanda Indonesia dan hingga kini masih pandemi, sektor perekonomian mengalami guncangan yang luar biasa, termasuk juga sektor pariwitasa.

Hal ini juga melanda kawasan objek wisata pantai Pangandaran, padahal pariwisata kawasan pantai Pangandaran merupakan penyumbang terbesar Pandapatan Asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Pangandaran.

“ Selama tahun 2020 lalu, tingkay kunjungan wisatawan ke kawasan pantai Penagndaran turun drasti bahkan dapat dikatakan terjun bebas. Hal ini terbukti tingkat okupansi (tingkat hunian) hotel dan penginapan di Pantai Pangandaran turun hingga 50 persen”, kata anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Kabupaten Pangandaran Ciamis, Kuningan dan kota Banjar ini saat dihubungi melalui telepon seluler.

Dikatakan, kawasan pantai Pangnadaran sempat tertutup bagi wisatawan Nusantara maupun Mancanegara, kebijkan ini dikeluarkan pemerintah untuk mengantisipasi penyeraban virus corona-19. Kebijakan ini tentunya menambah semakin menurunya tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan pantai Pangandaran.       

“Cukup besarnya penuruan kunjungan wisatawan tentunya secara langsung juga tingkat hunian hotel menurun hingga akhir tahun 2020 lalu.  Hal ini tentunya sangat merepotkan bagi pelaku bisnis  kepariwisataan terutama pelaku usaha perhotelan di Pangandaran”, ujar anggota Komisi II DPRD Jabar yang membidangi Perekonomian yang didalam soal Pariwisata.

Herry menambahkan, sebenarnya beberapa pengusaha perhotelan di Pangandaran, terus berupaya menarik wisatawan untuk dapat datang ke Pangandaran, baik melalui promo harga kamar dengan diskon cukup besar dan memberikan jaminan penerapan protokol kesehatan dangan pekat hingga fasilitas tambahan bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pangandaran.

Namun, berhubung ada sejumlah larangan dari pemerintah untuk tidak melakukan  perjalan keluar kota terutama untuk berwisata, demi menghindari terpaparnya dan menyebarnya virus corona tentunya, maka masyarakat terpaksa menunda dan bahkan membatalkan untuk melakukan aktifitas wisata, ujar politisi PAN Jabar ini.

Ia menambahkan, upaya meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Pangandaran tentunya tidak terlepas dari kebijakan pemerintah.  Pemerintah telah memperbolehkan beberapa kawasan objek wisata terbuka untuk umum tetapi tetap memberlakukan protokol kesehatan 3 M.

Dengan kondisi terkini, dimana  kawasan pantai Pangandaran sudah semakin cantik dan indah, setelah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ditata sedemikian oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Pangandaran, tentunya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang akan berwisata ke pantai Pangandaran.

 “ Ya, kini memang pantai Pangadaran sudah semakin cantik, indah dan nyaman bagi wisatawan, hal ini tentunya menambah daya tarik tersendiri bagi calon wisatawan baik regional. Nasional maupun manca negara untuk dapat berlibur dan berwisata ke pantai Pangandaran. Namun, karena masih Pandemi Covid-19, tentunya sejumlah aturan Prokes 3 M tetap harus dipatuhi oleh siapaun”, ujar Herry Dermawan.

 Ingat, Pandemi covid-19 belum berakhir, tetap patuhi dan disiplin dalam protokol kesehatan, tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, pesannya. (adikarya/yadi).

Komentar