oleh

Polisi Tangkap dan Lumpuhkan Kurir Sabu 1 Kg Di Teluk Betung Bandarlampung

LAMPUNG, realitapublik.com,— Kurir Narkoba sabu-sabu seberat 1 Kilogram terpaksa dilumpuhkan timah panas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung. Penangkapan dilakukan di Jalan Pattimura, Gang Darwis, Kelurahan Gunungmas, Kecamatan Telukbetung Selatan, Rabu (24/03/2021) malam.

Dari tangan tersangka Erlangga Baskara, polisi menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik teh berisi tiga bungkus plastik besar berisi sabu, seberat sekitar kilogram.

Atas dasar penangkapan ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap rekan Erlangga berinisial K yang melarikan diri. “Satu pelaku DPO kami buru,” ujar Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP M. Ganda MH. Saragih, Sabtu, 27 Maret 2021.

Baca Juga  Mulai 14 Maret Pertalite Seharga Premium di 27 SPBU Kota Bandarlampung

Dijelaskan AKBP Ganda, penangkapan berdasarkan informasi dan pendalaman melalui penyelidikan selama sekitar satu bulan. Saat penyelidikan, tim operasional melihat dua orang menggunakan motor matic tanpa plat dan berhenti di sekitar lokasi penangkapan.

Salah satu pelaku turun dari atas motor dan mengambil bungkusan plastik warna putih.Tersangka sempat membuang bungkusan tersebut. “Inisial E yang buang bungkusan, satu pelaku lainnya melarikan diri pakai motor,” katanya.

Baca Juga  Pemenang Pilkada 2020 Kota Bandar Lampung, Didiskualifikasi?

Dari pemeriksaan pelaku mengaku hanya satu kali mengambil narkoba tersebut. Namun, keterangan itu masih didalami untuk mengetahui jaringannya.

“Kalau melihat barang bukti sebesar itu, pastinya ini pemain lama. Bayangkan kalau 1 gram bisa menyelamatkan lima orang, kalau 1 kg bisa 5.000 orang,” katanya.

Tersangka Erlangga mengaku hanya berperan sebagai kurir. Namun, ia tak menyebutkan pemilik dan penerima barang terlarang tersebut. “Cuma disuruh ambil barang dan dijanjikan Rp10 juta kalau bisa mengambil dan membawa barang itu ke tempat yang dituju,” katanya.

Baca Juga  Tragis, Bayi Dibunuh Ibunya Lantaran Wajahnya Mirip Selingkuhan

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. (Red)

Komentar