oleh

Reses II, Daddy Rohanady Terima Aspirasi Warga Talun Cirebon Soal Program Rutilahu dan PJU, dan Infrastruktur, Lisdes

CIREBON, Realitapublik.com,—Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra-Persatuan DPRD Jawa barat Drs.H. Daddy Rohanady melaksanakan kegiatan Reses II tahun sidang 2020-2021 di Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten  Cirebon.

Pada kegiatan Resesnya, H.Daddy Rohanady yang kini duduk di Komisi IV DPRD Jabar, menyampaikan masksud dan tujuan kegiatan Reses, serta menyampaikan beberapa program kerja DPRD Jabar dan Pemprov Jabar.

Usai memberikan paparan Daddy Rohanady, mempersilahkan perwakilan masyarakat Cirebon Girang dan Kecamatan Talun untuk menyampaikan aspirasi atau permasalahan.

Perwakilan warga Talun menyampaikan beberapa apirasi diantara soal  program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Infrastruktur jalan Desa.

Menanggapi aspirasi warga Kecamatan Talun terkait belum terealisasi program Rutilahu, menurut Daddy, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab/pemkot Cirebon dan Pemprov Jabar ternyata, usulan program Rutilahu untuk warga Talun tidak  masuk atau tercantum dalam perencanaan pembangunan kabupaten/ kota dan provinsi.

Untuk itu, Daddy minta kepada aparatur kewilayahan mulai dari tingkat Desa hingga Kecamatan Talun, agar data warga yang diusulkan untuk mendapatkan program Rutilahu, segera disampaikan ke Pemkab/kot dan Pemprov Jabar agar dimasukan dalam perencanaan pembangunan di tingkat Kab/kota Cirebon dan Provinsi Jabar.

“Kebetulan disini hadir juga aparatur kewilayahan, ada para Kades dan Pejabat Kecamatan. Mohon dicatat dan ditindak lanjuti, pinta Daddy.

Sedangkan terkait, permohonan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang belum merata, Daddy mengatakan, terkait aspirasi penambahan PJU, pihaknya sangat memahami aspirasi warga Talun yang menginginkan penambahan PJU di wilayah kecamatan Talun. Kebaradaan PJU memang sangat penting demi keamanan dan kenyamanan warga pada saat malam hari.

“Saat melakukan ronda malam misalnya, masih belum ada penerangan. Sehingga ini menghambat pengamanan masyarakat,” ujarnya.

Sementara terkait persoalan infrastruktur jalan di wilayah Desa Cirebon Girang, Seperti di jalan Ir. Sukarno menuju arah wilayah Talun yang sudah banyak yang berlubang. Sehingga mengganggu aktivitas dan akses masyarakat.

Politisi Pratai Gerindra jabar ini mengatakan, bahwa jalan Ir.Soekarno menuju ke arah wilayah Talun, itu status jalannya, jalan tingkat kecamatan. Jadi kewenangannya ada di Pemerintah Kabuapten Cirebon. 

“Bukan berarti pemerintah provinsi tidak peduli, tetapi skemanya harus ada usulan dari Bupati secara resmi untuk kemudian dimasukan dalam perencanaan melalu Bappeda Jabar. Nanti, saya dan anggota DPRD Jabar dari Dapil XII ( Kab/kota Cirebon dan Kab Indramayu akan mendorong, agar dapat bantuan keuangan untuk perbaikan jalan Ir.Soekarno, ujarnya.

Untuk, masalah listrik masuk desa, menurut Daro, bahwa Elektrifikasi di Jabar sudah mencapai 99 persen, tetapi masih ada masyarakat yang rumahnya belum teraliri listrik. Karena itu, bagaimana caranya pemerintah mengakomodir secara menyeluruh agar masyarakat Jabar dipastikan sudah teraliri listrik. Tentunya dengan kriteria yang sesuai dengan kelayakan penerima bantuan listrik masuk desa.

“Jangan sampai terlena dengan persentase angka padahal kalau dihitung dengan KK yang belum menikmati listrik masuk desa, bahkan masih ada ratusan ribu se luruh Jabar ini, tandasnya.(adv/yadi). 

Komentar

Realita Terbaru