oleh

Dua Perusahaan di Bandarlampung Tutup Gara-Gara Covid 19, Sebanyak 200 Karyawan di-PHK

LAMPUNG, realitapublik.com,— Tercatat ada dua perusahaan di Bandarlampung tutup akibat dampak pandemi Covid-19. Tutupnya kedua perusahaan berdampak terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 200 orang. Hal ini diketahui berdasarkan data perusahaan yang melapor ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandarlampung.

“Sejauh ini ada dua perusahaan yang tutup dan melapor ke kami karena terdampak Covid-19,” ujar Kepala Disnaker Kota Bandarlampung, Wan Abdurrahman, dilansir dari Inews.id, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga  Mulai 14 Maret Pertalite Seharga Premium di 27 SPBU Kota Bandarlampung

Pihaknya mengatakan, kedua perusahaan tersebut tutup disebabkan oleh permintaan barang produknya selama pandemi semakin menurun. Tak hanya itu, mereka tidak dapat melakukan ekspor sehingga tidak dapat menutup pengeluaran operasional perusahaan.

“Satu perusahaan bergerak di bidang pembuatan karbon aktif dan satu perusahaan bergerak di pembuatan tali dari serabut kelapa,” kata Wan Abdurrahman.

Baca Juga  Rapim Kodam III/Siliwangi, Tingkatkan Kinerja dan Fokus Bantu Penanganan Covid-19

Dua perusahaan yang menutup usahanya tersebut memutus hubungan kerja (PHK) sebanyak 200 orang dengan rincian 125 pekerja di usaha pembuatan karbon aktif dan 75 orang di pembuatan tali dari serabut kelapa.

“Keduanya-duanya tutup di tahun 2021. Namun kalau kondisi normal dan mereka membuka usahanya lagi maka pekerja-pekerja yang terkena PHK ini akan diprioritaskan,” imbuhnya.

Baca Juga  BPOM : Vaksin Covid-19 Harus Memenuhi Aspek Mutu Khasiat dan Keamanan

Meskipun perusahaan telah dinyatakan tidak beroperasional, kedua perusahaan tersebut dipastikan membayarkan hak-hak pekerja.

“Sehubungan dengan itu, perusahaan-perusahaan yang tutup itu pun akan membayarkan hak-hak pekerjanya sesuai dengan apa yang telah dikomunikasikan dengan serikat pekerja,” ungkap Wan Abdurrahman. (Cuy)

Komentar

Realita Terbaru