oleh

Ketua Komisi D DPRD Bandung Apresiasi Prestasi dan Konsep Pembinaan Atlet Pengcab Muaythai

SOREANG, realitapublik.com,— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung melalui Ketua Komisi D, H. Maulana Fahmi menerima audiensi Pengurus dan atlet Muaythai Kabupaten Bandung, Senin (12/04/2021). Dalam kesempatan ini, DPRD mengapresiasi Pengcab atas prestasi yang telah dicapai dan melihat kesiapan menuju perhelatan BK Porda Bulan November 2021 dan Porda Provinsi yang akan digelar pada Tahun 2022 mendatang.

Kedatangan Pengurus dan para atlet Muaythai Kabupaten Bandung ke kantor wakil rakyat Kabupaten Bandung merupakan upaya Pengcab (pengurus Cabang olah raga) dalam rangka meningkatkan kualitas dan kesiapan para atlet menjelang Porda mendatang dan pembinaan masyarakat Kabupaten Bandung dalam bidang olahraga dan prestasi.

Setelah mendengarkan audiensi selama kurang lebih satu jam yang disampaikan Pengurus, pelatih dan para atlet serta dinas terkait yakni Disorda Kab Bandung di ruang Badan Musyawarah. Ketua Komisi D, Maulana Fahmi menilai positif dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pengcab Muaythai terkait pembinaan dan pola latihan yang selama ini diterapkan.

“Pertama kita mengapresiasi atas prestasi yang sudah diraih selama ini, meskipun muaythai kabupaten bandung baru berjalan tiga tahun tapi prestasi nya sudah level nasional. Ini patut dijadikan contoh untuk cabang olahraga lain,” ungkapnya.

Baca Juga  3 Atlet Muaythai Kabupaten Bandung Siap Bertarung Maksimal di Kendari

WMenurutnya, mencapai sebuah prestasi terbaik tidak serta merta diraih tanpa proses yang baik. Capaian prestasi bergaris lurus dengan pola pembinaan dan kepelatihan. “Agar konsep pembinaan, kepelatihan dan mendidik adik-adik calon atlet dengan serius dan pembinaan yang matang,” ujar Maulana.

Dorong Pemerintah Kabupaten Bandung Perhatikan Pembinaan Atlet Berprestasi

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung dan Disorda foto bersama Pengcab dan atlet Muaythai Kabupaten Bandung, Senin (12/04/2021).

Untuk itu pihaknya melalui Komisi D DPRD Kabupaten Bandung mendorong pemerintah supaya memberikan apresiasi tidak hanya prestasi mereka hari ini tapi ketika mereka mencapai prestasi yang tinggi sehingga ketika mereka pensiun para atlet diberikan wadah kepelatihan. “Atau mungkin saluran-saluran apresiasi dalam bentuk yang lain. Seperti diangkat jadi PNS (ASN-red) atau kepegawaian lain,” harapnya.

Atas pertemuan dan audiensi antara Dewan Kabupaten dengan Pengcab Muaythai dan Disorda Kabupaten Bandung. Dirinya menyampaikan apresiasi dan ke depan akan melakukan diskusi dengan KONI, untuk merumuskan lebih dalam konsep olahraga dan pembinaan sekaligus target-target prestasi.

Baca Juga  Pansus 9 DPRD Kota Bandung Rapat Bersama Dinkes Bahas Raperda Kawasan Tanpa Rokok

“Saya kira (cabor) Muaythai Kabupaten Bandung ini bisa menjadi pilot project. Soal bapak asuh, pengusaha-pengusaha harus dihadirkan dan terlibat sehingga nanti mereka bisa memberikan support untuk cabang-cabang olahraga,” jelasnya.

“Sebesar apapun APBD yang dikeluarkan untuk cabang olahraga tidak akan cukup. Tapi kalau ada orang yang passion, pengusaha juga terlibat di sana. Insya Allah prestasi akan sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Pengcab Muathai Kabupaten Bandung Budi Rahman S.H., M.H menyampaikan terimakasih atas pertemuan yang difasilitasi oleh Komisi D DPRD Kab Bandung dengan Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda). Pada intinya, pihak Pengcab Muaythai berharap Pemerintah Kabupaten Bandung ke depan untuk lebih memperhatikan dan menjaga bakat-bakat yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bandung dalam bidang prestasi, khususnya bidang olahraga.

Meski baru berdiri selama tiga tahun, kata Budi, cabor Muaythai Kabupaten Bandung bertekad akan memberikan prestasi yang terbaik untuk daerah. Tekad ini, karena melihat potensi dan semangat juang yang dimiliki para atlet.

“Sejak tahun 2018 terbentuk, kita sudah mengikuti dua kali kejuaraan nasional dan satu kali kejurda. Prestasi terbaik yang dicapai saat kejurnas 2021, meraih dua emas dan satu perak. Kejurnas sebelumnya hanya satu perunggu, dan diawal terbentuk saat mengikuti kejurda juga mendapatkan satu perunggu,” jelasnya.

Baca Juga  25 Orang Terpapar Covid-19, DPRD Kota Bandung Perpanjang Pembatasan Aktivitas Hingga 1 Februari 2021

Selama ini, lanjut Budi Rahman, Cabor Muaythai yang merupakan cabor baru di Kabupaten Bandung terus melakukan koordinasi yang cukup baik dengan KONI Kabupaten Bandung.

Namun dirinya mengakui, dalam kondisi pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini, untuk melakukan pembinaan atlet memang sudah dianggarkan oleh KONI Kabupaten Bandung, namun karena dirinya melakukan pembinaan yang yang cukup ketat guna melahirkan atlet berprestasi, melalui konsep dan pelatihan secara terpusat. Pihaknya secara swadaya melakukan pembiayaan, demi tercapainya target dan prestasi untuk kebanggan Kabupaten Bandung.

Untuk itu, atas pertemuan ini dirinya berharap kepada wakil rakyat, khususnya pemerintah Kabupaten Bandung, ke depan untuk lebih memperhatikan dan menjaga bakat prestasi yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bandung. “Untuk bidang olahraga prestasi, guna mengharumkan nama kabupaten bandung,” pungkasnya. (Cuy)

Komentar

Realita Terbaru