oleh

Desainer Muda Yumna Shiba Padukan Batik Megamendung dengan Corak Budaya Cina di MUFFEST 2021 Bandung

BANDUNG, realitapublik.com,— MUFFEST 2021 Kota Bandung menampilkan hasil karya desainer-desainer muda dari para alumni dan siswa Islamic Fashion Institute (IFI). Hal ini sebagai upaya MUFFEST untuk menggaungkan karya desainer muda sebagai penerus dalam industri fesyen muslim tanah air. Selain IFI, juga ada dari Politeknik STTT Bandung, Universitas Kristen Maranatha dan Kriya-Telkom University.

Salahsatu dari 16 desainer muda IFI, Siti Yumna Shiba. Dalam MUFFEST 2021 Bandung, remaja 16 Tahun ini mengambil tema DEFENSE, menampilkan rancangan 6 busana muslim andalannya untuk dipamerkan di atas runway.

Dengan menonjolkan tema bercorak Megamendung, Yumna memadu-padankan dengan unsur budaya China, yang terkesan oriental.

Dikatakan Siti Yumna Shiba, untuk koleksi yang ditampilkan kali ini sesuai dengan tema diversity. Dirinya mengaku terinspirasi dari tembok besar Cina. Dari situlah dirinya berkeinginan memadukan corak budaya Cina dengan budaya Indonesia.

“Jadi Yumna itu pengen kasih liat nih, gimana sih budaya Cina di mix dengan budaya Indonesia. Budaya Indonesia nya ini Megamendung, Yumna jadikan busana muslim yang bisa diterima masyarakat luas,” tuturnya usai menampilkan hasil karya nya di panggung MUFFEST 2021 Kota Bandung, Minggu (02/05/2021).

Baca Juga  MUFFEST 2021 Bandung Gaungkan Hasil Karya Desainer Muda

Meski mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mencari inspirasi, remaja yang hobi menggambar sejak kecil ini tetap bersemangat untuk melewati setiap tantangan dalam menghasilkan karya busana andalannya.

“Karena susah ya cari inspirasinya, jadi butuh pengerjaan waktu yang lama untuk membuat desain dan mencari material bahan,” ungkap belia yang lebih memilih menempuh sekolah fesyen sejak lulus SMP.

Dijelaskan Yumna, untuk menggambar desain, dirinya hanya butuh 3 hari menyelesaikannya. 1 hari menentukan dan mencari bahan material. Untuk menjahit, kata Yumna, paling lama selesai dalam dua Minggu dan paling sebentar satu Minggu. Hal itu berdasarkan tingkat kesulitan dan detail busana.

Bagi Yumna, desain dan fesyen merupakan passion dalam diri nya. Bahkan, dalam sehari remaja kelahiran Cilegon ini mengaku bisa menghabiskan waktu 6 jam dalam sehari untuk menggambar desain.

Baca Juga  MUFFEST 2021 Bandung Gaungkan Hasil Karya Desainer Muda

Koleksi karya busana yang berhasil dibuat selama mengikuti pendidikan di IFI. Anak sulung dari empat bersaudara ini, mengaku sudah memiliki tiga koleksi. Koleksi yang pertama ini adalah 6 busana yang ditampilkan dalam MUFFEST 2021.

“Yang kedua ini, tema nya ini cinta budaya Jawa barat dan koleksi yang ketiga ini senja Megamendung,” ungkapnya.

Yumna Shiba adalah merek jual yang nantinya menjadi branding setiap produknya. Bagi Yumna, koleksi 6 Look yang dipamerkan dalam MUFFEST kali ini sangat cocok untuk dikenakan saat merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga.

Menggeluti dunia fesyen sejak usia belia, Siti Yumna Shiba terbilang memiliki tekad dan cita cita yang kuat untuk setiap hasil karya nya. Setiap produk yang dihasilkan, bisa dikenal oleh masyarakat luas hingga tingkat internasional.

Selain Yumna Shiba, 15 siswa dan alumni Islamic Fashion Institute (IFI) akan menampilkan rancangan di runway MUFFEST Bandung, yaitu Ralifia, Anggraeny Septianingrum, Anisa Marsiana Putri, Lisna Fauziah X Zaurach, Anti Faradha Jahara, Syifa Fauziah, Chyntia Larasati, Kiky Eka Risky X D I G, Juwita Gilang X Anggia Syarie, Anggia Mawardi, Maliza Indonesia by Felia, ELS’Ignature by Elsya Kurnia, Dede Ananta X Birla, Nina Zalifa, dan Magdara by Mutiara.

Baca Juga  MUFFEST 2021 Bandung Gaungkan Hasil Karya Desainer Muda

Menurut Heni Haerani, Principle Islamic Fashion Institute (IFI), Kota Bandung dinilai sebagai salah satu kota penyelenggaraan MUFFEST sangat cocok mengingat pasar Bandung cukup bagus untuk baju muslim.

Dengan berpartisipasi dalam MUFFEST Bandung, Heni berharap, hasil karya lulusan IFI dikenal oleh masyarakat luas, terlebih secara institusi, semoga IFI dapat diterima dengan baik oleh IFC selaku asosiasi fesyen yang sangat berpengaruh di Indonesia dan di dunia internasional.

Dan yang terpenting, “lulusan IFI diharapkan beretika bisnis yang baik, menyampaikan syiar busana muslim dengan skala internasional, selalu saling mendukung, dan menjalankan ukhuwah Islamiyah dalam pergaulan atau gaya hidup,” ungkapnya. (Cuy)

Komentar

Realita Terbaru