oleh

Terkendala Pembebasan Lahan 20 Hektar, Pembangunan D.I Caringin Terhambat

BANDUNG, Realitapublik.com,— Kalangan DPRD Jawa Barat terus mendorong pemerintah provinsi Jabar untuk dapat segera menyelesaikan pembebasan lahan seluas 20 Hektar untuk dipergunakan pembangunan Daerah Irigasi (D.I) Caringin yang berlakoasi di Kabupaten Sukabumi.

Sudah beberapa tahun ini, pembangunan proyek D.I Caringin kelihatan berjalan di tempat atau progerss landay. Hal ini, karena hingga kini pemerintah provinsi juga dapat membebaskan lahan seluas 20 hektar yang yang dipergunakan untuk pembangunan Daerah Irigasi Caringin. Padahal DPRD Jabar khususnya Komisi IV terus mendorong percepatan pemebabasan lahan agar proyek D.I Caringin juga cepat selesai.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Drs.H.Memo Hermawan mengakui bahwa lambatnya penyelesaian proyek D.I Caringin karena terkendala soal pembebasan lahan seluas 20 hakter. Pembebasan lahan merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi Jabar.

“Kita di DPRD Jabar, terus menorong Pemprov Jabar untuk secepatnya melakukan pembebasan lahan seluas 20 hektar untuk proyek D.I Caringin, bahkan dalam setiap pembahasan anggaran, kita juga sudah ingatkan dan siap alokasikan anggaran untuk pembebasan lahannya, tapi ntar kenapa hingga kini belulm juga dapat dibebaskan lahannya.

Baca Juga  Memo : Pungli di TPU Cikadut Bandung Harus Dibawa Ke Ranah Hukum

Demikian dikatakan, kang Memo —sapaan—Memo Hermawan saat dihubungi terkait lambatnya pembebasan lahan seluas 20 hektar untuki pembangunan D.I Caringin, Sabtu (22/5/2021).   

Jadi penyebab uatama lambatnya penyelesaian proyek D.I Irigasi itu adalah pemebahasan lahan. Padahal kalau proyek pembangunan D.I Caringain cepat selesai, tentunya untuk mewujudkan Provinsi Jawa Barat sebagai Lumbung Padi Nasional akan terus dapat dipertahankan.  Karena D.I Caringin itu dirancang untuk dapat mengaliri air untuk pesawahan seluas 1500 Hektar.

Kalau lahan seluas 20 hektar sudah dibebaskan oleh Pemprov jabar, pemerintah pusat siap mengucurkan dana sekitar Rp. 300 hingga 400 miliar, ujar politisi senior PDIP Jabar ini.

Baca Juga  Memo : Anggaran Revitalisasi Situ Rawa Kalong Rp.20,5 M Dari APBD Jabar

Dikatakan, sebenarnya DPRD Jabar melalui Komisi IV terus mendorong agar  Pemprov Jabar untuk segera menyelesaikan soal pembebasan lahan untuk Di.I Caringin ini. Namun, hingga kini belum juga beres. Sehingga, pemerintah pusat baru mengucurkan anggaran sekitar Rp.50 miliar, jadi masih jauh dari harapan untuk dapat menyelesaikan pembangunan D.I Caringin.

Kita di DPRD jabar sangat mengharapkan secepatnya Pemprov jabar menyelesaikan soal pembebasan lahan sekitar 20 hektar tersebut.

Semakin secapat pembebasan lahan, tentunya pembangunan juga akan cepat dapat terselesaikan, sehingga seluruh irigasi di wilayah Kabupaten Sukabumi dapat teraliri air dengan baik.

Irigasi yang bagus  tentunya seluruh pesawahan dapat teralirin air dengan baik pula. Dan secara otomatis, hasil produksi pertanian masyarakat dapat meningkat, sehingga hidup petrani juga meningkat, ujar Kang Memo—sapaan— Memo Hermawan yang Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar ini.

Kang Memo juga mengatakan, selain masalah jaringan irigasi, ia juga menyoroti, masih cukup banyaknya pintu-pintu air yang rusak, bahkan pintu hilang dicuri orang yang tidak bertanggungjawab. Padahal keberadaan pintu air sangat penting dalam pembagian aliran iar ke pesawahan.

Baca Juga  DPRD Jabar Apresiasi Atas Menurunnya BOR Dibeberapa Rumah Sakit, Tetap Waspada

Di aliran Sungai Cisadea yang meruapakan dibawah kewenangan UPTD PSDA Cisadea-Cibareno Sukabumi tersebut, kita melihat dan dari data UPTD PSDA Cisadea-Cibareno, ada sekitar 50 persen pintu airnya sudah pada rusak.

Tingkat kerusakan pintu air yang cukup banyak ini tentunya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, maka Kita dari Komisi IV DPRD Jabar minta kepada Kepala Dinas SDA Jabar bersama jajarannya untuk segera mendata dan memberikan laporan kepada DPRD Jabar. Agar dapat dianggarkan untuk mengganti pintu-pintu air yang sudah rusak tersebut.  

DPRD Jabar siap mengalokasikan anggaran untuk pintu air yang rusak, secara bertahap,tandasnya wakil rakyat jabar dari dapil Kab.Garut ini. (adikarya/yadi).

Komentar

Realita Terbaru