oleh

Hari Lingkungan Hidup, Satgas Sektor 21 Gelontorkan 2.700 Liter Cairan Multi Manfaat ke Sungai Cisangkuy

BANDUNG, realitapublik.com,— Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Satgas Citarum Harum Sektor 21 dan komunitas Eco Enzyme beserta perangkat kewilayahan Kecamatan Cangkuang Kab Bandung melaksanakan penuangan cairan Eco Enzyme sebanyak dua ribu liter lebih ke aliran sungai Cisangkuy anak sungai Citarum.

Penuangan cairan Eco Enzyme secara serentak dilakukan di Floodway Cisangkuy, Kampung Cipasung, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Sabtu (05/06/2021).

Dijelaskan Dansektor 21 Kolonel Arm Nursamsudin, kegiatan penuangan cairan Eco Enzyme sebanyak 2690 liter di aliran sungai Cisangkuy yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia sebagai salahsatu upaya sosialisasi dan edukasi serta ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan khususnya aliran sungai.

Alhamdulillah, (satgas) sektor 21 berkolaborasi dengan komunitas Eco Enzyme dari wilayah Bandung dan sekitarnya melaksanakan penuangan eco enzyme yang semula kita rencanakan 1.500 liter, ternyata animo dari (anggota) komunitas luar biasa menjadi hampir 2.700 liter,” ungkap Dansektor 21.

Baca Juga  Dansektor 21 Perintahkan Personil Rangkul Warga Bantu Jaga Lingkungan

Untuk itu, menurut Dansektor 21 ini sesuatu yang perlu diapresiasi dengan sangat luar biasa, karena antusias kepedulian dari komunitas ECO Enzyme berpengaruh baik bagi alam.

Bagi Dansektor 21, cairan Eco Enzyme ini selain memiliki banyak manfaat terhadap lingkungan juga mudah dalam hal proses pembuatannya. Karena sejauh ini satgas sektor 21 telah membuat cairan Eco Enzyme sebanyak 1.700 liter.

Menurutnya, kandungan dari ECO Enzyme sendiri merupakan mikroorganisme yang baik, artinya dia dapat memberikan kontribusi yang positif untuk mematikan limbah limbah yang ada di sungai, sehingga air di sungai Citarum, khususnya di Cisangkuy anak sungai Citarum akan lebih baik kedepannya.

Karena cairan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan, mulai dari lingkungan rumah hingga lingkungan yang lebih luas. Selaku Dansektor 21, dirinya telah menginstruksikan di tiap Subsektor masing-masing yang ada di bawah Sektor 21 mensosialisasikan pembuatan Eco Enzyme kepada warga.

“Kalo untuk sektor 21 kita sudah melaksanakan praktek pembuatan eco enzyme dan sosialisasi. Harapannya para Dansubsektor akan membawa ke wilayahnya masing-masing. Untuk ke luar atau ke sektor lain, ini tentunya tanggung jawab bersama terutama dari komunitas eco enzyme yang luar biasa ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Bersama Warga, Satgas Sektor 21-04 Bersihkan Aliran Sungai Cidurian

Untuk proses pembuatannya, Dansektor 21 menyebut cairan Eco Enzyme sangat mudah dan sederhana. “Pembuatannya sangat sederhana, sangat mudah, tinggal kemauannya yang kita tanyakan,” lugas Kolonel Nursamsudin.

Momentum kegiatan ini, Dansektor 21 berharap masyarakat yang hadir dapat memahami dan mengerti manfaat Eco Enzyme, sehingga bisa menularkan ke warga yang lain. “Setelah penuangan ini, masyarakat ataupun yang hadir di sini dapat membawa oleh-oleh ke rumahnya masing-masing. Dia akan lebih memahami, akan lebih mengerti tentang apa itu ECO Enzyme sehingga bisa menularkan. Mulai dari sini kita berkembang, sehingga banyak Masyarakat yang tahu. Pada akhirnya, nanti alam kita yang akan menjaga dengan ECO Enzyme yang luar biasa ini,” harapnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Komunitas Eco Enzyme, Doddy menjelaskan bahan baku, proses pembuatan serta kandungan yang dihasilkan cairan Eco Enzyme.

Baca Juga  Peringati HUT Ke-75 TNI, Dansektor 6 Gelar Tanam Pohon Di Bantaran DAS Citarum

Eco Enzyme sendiri dibuat dari sisa-sisa limbah dapur seperti kulit buah dan sayur yang tidak terpakai dan diolah dalam proses fermentasi anaerob atau hampa udara. Untuk menghasilkan cairan Eco Enzyme, kata Doddy, prosesnya 90 hari. Penemunya asal Thailand yang telah melakukan riset selama 30 tahun.

Manfaat dan kadungan ECO Enzyme dapat menyehatkan udara dan menjadikannya sejuk, selain itu juga bermanfaat untuk menjernihkan air, menyuburkan unsur hara tanah, menyehatkan tanaman, untuk pembersih rumah tangga, P3K dan banyak lagi.

Disebutkan Doddy, untuk mengenali ciri kualitas yang baik dari pembuatan ECO Enzyme yang berhasil, ada indikator yang sederhana. “Ciri kualitas yang baik dari pembuatan Eco Enzyme berhasil, karena prosesnya merupakan fermentasi anaerob atau hampa udara, jadi hasil yang baik memiliki wangi khas seperti cuka apel dan tidak berbau busuk,” pungkasnya. (Cuy)

Komentar

Realita Terbaru