oleh

Kebangkitan Sektor Pertanian Dibutuhkan Keterlibatan Generasi Muda

BANDUNG, realitapublik.com,— Indonesia sejak dulu dikenal sebagai salahsatu negara Agraris, untuk mempertahankan hal tersebut dibutuhkan keterlibatan generasi muda guna menyokong kebangkitan sektor pertanian.

Demi kebangkitan pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Anggota DPRD Jawa Barat Tia Fitriani mengajak dan mengimbau generasi muda tidak perlu malu menjadi petani, bahkan harus bangga.

“Maka kedepannya harus lebih banyak anak muda kaya dari sektor pertanian sehingga kebangkitan pertanian mendongkrak kemajuan pembangunan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan bangsa ini ke depan,” kata Tia Fitriani, Jum’at (18/6/2021).

Baca Juga  Jalin Komunikasi, Tia Fitriani Apresiasi Pertemuan Antara Wabup Bandung dan FOKTI MP

Peran generasi muda, Wakil rakyat DPRD Jabar dari Partai Nasdem ini memandang penting keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian. Baik dalam urusan budi daya tanam, inovasi bibit, olah pertanian, maupun menggali berbagai usaha bidang pertanian.

“Bukan hanya sekedar bertani saja soal pemasaran pun penting, dan juga bagaimana hasil bumi petani punya nilai tambah sekaligus punya nilai jual yang jauh lebih baik baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri,” ujar Tia.

Baca Juga  Tanggapan Tia Fitriani Terkait Audiensi BPSK Ke Komisi II DPRD Jabar

Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Barat II (Kabupaten Bandung) ini menyatakan siap mendukung kiprah para pemuda di Jawa Barat khususnya Kabupaten Bandung dalam mengelola sektor pertanian.

Baca Juga  Legislator Tia Fitriani: Pemprov Mitra Kerja Untuk Mewujudkan Program Bagi Warga Jabar

Tia Fitriani juga mengemukakan bahwa pelibatan generasi muda pada usaha pertanian ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Menurutnya, tanpa petani kemajuan sektor apa pun tidak akan berkemajuan karena semua bahan pangan yang menjadi fondasi kehidupan manusia kuncinya ada di peran petani. (red/cuy)

Komentar

Realita Terbaru